22 Mei 2009

Nikmatku, Nikmat Anda, Nikmat Kita

"Maka ni'mat Tuhan kamu
yang manakah yang kamu dustakan?"

Alhamdulillah mulutku mampu berkata;
perkataanku tentang kebohongan..
Alhamdulillah mataku mampu melihat;
penglihatanku tentang perzinahan..
Alhamdulillah telingaku mampu mendengar;
pendengaranku tentang aib kekerabatan..
Alhamdulillah kulitku mampu meraba;
perabaanku tak mengenal kelembutan..
Alhamdulillah hidungku mampu mencium;
penciumanku tentang kebusukan dunia..
Dan Alhamdulillah atas nikmat yang tak akan tertulis lainnya;
kenikmatanku dalam memunafikkannya..

Syukurlah (jika) akal Anda masih mampu berpikir,
pemikiran tentang kebenaran;
(semoga bukan) untuk menyalahkan..
Syukurlah (jika) hati Anda masih berperasaan,
perasaan tentang kebaikan;
(semoga bukan) untuk memperburuk..
Syukurlah (jika) jiwa Anda masih bersemayam,
persemayaman tentang kesucian;
(semoga bukan) untuk menodai..
Syukurlah (jika) nafsu Anda masih terkendali,
pengendalian tentang kepatuhan;
(semoga bukan) untuk seenaknya..
Syukurlah (jika) Anda masih bersama Tuhan,
kebersamaan tentang pengabdian;
(semoga bukan) untuk melawan-Nya..
Dan syukurlah atas nikmat yang tak akan tertulis lainnya;
kenikmatan Anda (semoga bukan) dalam memunafikkannya..

Alhamdulillah kita mampu saling mengenal wujud;
pewujudan kita tentang penipu-dayaan..
Alhamdulillah kita dapat berteman;
pertemanan kita tentang penghianatan..
Alhamdulillah kita bisa saling menolong;
tolong-menolong kita tentang kepragmatisan..
Alhamdulillah kita bisa hidup dengan jiwa sosial;
sosialisasi kita tentang saling menjatuhkan..
Alhamdulillah kita dihidupkan di satu kesatuan;
persatuan kita tentang percerai-beraian..
Dan Alhamdulillah atas nikmat yang tak akan tertulis lainnya;
kenikmatan kita dalam memunafikkannya..

0 comments:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu di sini..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More